Kadisdik Jatim Apresiasi Program Double Track Sman 1 Lenteng Dalam Monev Se-madura

2026-09-17 15:53:04 | SMAN 1 LENTENG
26 -

Pamekasan (17/09) — Program Double Track (DT) jenjang SMA se-Madura mendapat perhatian dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dipusatkan di SMA Negeri 4 Pamekasan, Kamis (17/09). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat perkembangan sekaligus mendorong keberlanjutan program keterampilan bagi peserta didik agar semakin bermakna dan memiliki manfaat nyata sebagai bekal masa depan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M. dalam kunjungannya menyampaikan harapan agar pelaksanaan Program Double Track, termasuk di SMA Negeri 1 Lenteng Sumenep, terus dikembangkan sehingga mampu memberikan keterampilan yang relevan bagi peserta didik, khususnya sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Program Double Track harus semakin bermakna dan bermanfaat bagi murid. Keterampilan yang diperoleh di sekolah hendaknya dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mengembangkan potensi, termasuk berwirausaha,” pesannya.

Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta didik agar tidak ragu untuk memulai usaha. Menurutnya, keberanian mencoba merupakan bagian penting dalam proses membangun kemandirian dan pengalaman.

“Jangan takut untuk berwirausaha dan jangan takut gagal dalam mengembangkan usaha,” pesannya kepada para peserta didik.

Apresiasi Produk Tata Boga DT SMAN 1 Lenteng

Dalam rangkaian kegiatan Monev tersebut, Kadisdik Provinsi Jawa Timur berkesempatan mengunjungi stand Double Track SMA Negeri 1 Lenteng Sumenep yang menampilkan beragam produk hasil keterampilan peserta didik bidang tata boga.

Berbagai produk karya murid ditampilkan, antara lain dimsum, risol, donat, taso, stik moringa, rengginang koin, serta pokak yang menjadi salah satu produk andalan untuk disajikan dalam pameran tersebut.

Aries Agung Paewai memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan produktivitas peserta didik. Ia mendorong agar produk-produk yang telah dihasilkan tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi terus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual dan mampu bersaing di pasar.

Hal yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, menurutnya, antara lain pengemasan produk dan strategi pemasaran (marketing). Dengan kemasan yang menarik serta strategi pemasaran yang tepat, produk karya peserta didik diharapkan memiliki daya tarik lebih besar dan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

DT SMAN 1 Lenteng Berjalan Sejak 2018

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Lenteng, Firdausi, S.Pd., M.Pd., menuturkan bahwa Program Double Track di sekolah yang dipimpinnya telah berlangsung sejak awal program unggulan tersebut digulirkan, yakni sejak tahun 2018.

Selama pelaksanaannya, berbagai keterampilan telah diberikan kepada peserta didik sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka. Beberapa bidang keterampilan yang dikembangkan di SMAN 1 Lenteng antara lain tata boga, desain grafis, tune up sepeda motor, dan fotografi.

“Program Double Track di SMA Negeri 1 Lenteng sudah berlangsung sejak tahun 2018. Berbagai keterampilan kami latihkan kepada murid, mulai dari tata boga, desain grafis, tune up sepeda motor, hingga fotografi,” tutur Firdausi.

Menurutnya, keberadaan program tersebut telah memberikan dampak positif bagi sejumlah lulusan. Alumni Double Track SMAN 1 Lenteng telah mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama di sekolah untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kini, lulusan DT SMA Negeri 1 Lenteng telah banyak yang bekerja di berbagai sektor, seperti membuka bengkel sendiri, bekerja, membuka catering, dan bekerja pada studio foto,” paparnya.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Double Track se-Madura tersebut diikuti sedikitnya tujuh sekolah dari wilayah Madura. Dari Kabupaten Sumenep, kegiatan diikuti oleh SMA Negeri 1 Lenteng dan SMA Negeri 1 Bluto.

Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus berbagi pengalaman antar sekolah dalam mengembangkan program keterampilan peserta didik. Produk-produk hasil pelatihan juga menjadi bagian penting dalam menunjukkan kreativitas dan kemampuan peserta didik dalam menghasilkan karya yang berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha. Dalam kunjungan ke stand Double Track SMA Negeri 1 Lenteng, Kadisdik Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Dr. Rusliy, S.Pd., M.Pd., serta sejumlah instruktur dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Melalui kegiatan Monev tersebut, Program Double Track diharapkan tidak hanya menjadi program pelatihan keterampilan, tetapi semakin mampu membangun kemandirian, kreativitas, keberanian berwirausaha, dan kesiapan peserta didik menghadapi masa depan. (mam/admin)


Bagikan
Apa reaksi Anda?

Komentar

1000 karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini