Teguh dalam Iman, Tuntas dalam Iptek, Tegak Menatap Masa Depan

Lenteng,21/04/2026- Pasca serah terima jabatan Kepala Satuan Pendidikan di SMA Negeri 1 Lenteng, Kabupaten Sumenep, akhir bulan lalu (31/03), dengan kepemimpinan baru sekolah ini berpacu menuntaskan program yang telah dicanangkan baik oleh sekolah dan program prioritas Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Beberapa program andalan Gubernur Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, seperti Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP). SIKAP adalah program unggulan Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) yang bertujuan mengoptimalkan lahan kosong di sekolah untuk pertanian, perikanan, atau peternakan. Program ini mendorong sekolah SMA/SMK/SLB menjadi pusat produksi pangan mandiri, edukasi lingkungan, dan kewirausahaan bagi siswa. Sejak dicanangkan, SMA Negeri 1 Lenteng mengambil tanaman sayuran, seperti terong, cabe, kacang panjang, dan toma "karena kondisi liburan saat lebaran lalu mungkin, banyak tanaman yang kurang terawat dan bahkan beberapa sayuran yang sudah produksi banyak yang layu, ini perlu perbaikan ulang," jelas Kepala SMAN 1 Lenteng, Firdausi,S.Pd.,M.Pd
Hal lain yang butuh perhatian adalah membangun komitmen bersama warga sekolah mulai dari Guru, Tenaga Kependidikan, dan seluruh siswa untuk bersama-sama menyukseskan program sekolah tanpa sampah botol dan sampah plastik. Sebagai langkah awal, dimulai dari ruang guru dan ruang tata usaha, untuk tidak lagi menggunakan botol plastik mengganti dengan gelas kaca atau "tumbler".
"untuk memulai di kalangan peserta didik, diawali dengan sosialisasi kepada siswa saat upacara bendera dan wali kelas serta guru pada saat kegiatan pembelajaran. Siswa juga dapat dimotivasi dengan membuat flayer atau poster "sekolah tanpa sampah plastik", Begitupun, koperasi Siswa (Kopsis) tidak lagi menjual air dalam kemasan gelas dan botol plastik," tegas mantan Wakasek Kurikulum SMADA ini.
Begitupula, pasca inspeksi mendadak (sidak)yang dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep, dengan cepat menyiapkan perangkat tempat yang akan dijadikan tempat HP siswa saat pembelajaran berlangsung, sehingga memudahkan guru dalam mengumpulkan HP siswa.
"pembatasan gadget ini merupakan kebijakan positif yang berdampak baik bagi siswa dan kita akan melakukan secara bertahap, agar HP siswa yang tidak dipakai saat pembelajaran dapat dibatasi," tegas Ketua MGMP Fisika SMA ini.
Upaya menyukseskan berbagai program sekolah tersebut dilakukan dengan memerhatikan kultur sekolah dan lingkungan sekitar sekolah, dan yang terpenting adalah dapat secara baik berkolaborasi dengan semua warga sekolah, mulai dari guru, siswa, tenaga kependidikan dan orang tua wali.
"berbagai program sekolah yang dicanangkan tak akan jalan, apabila tidak ada komitmen semua pihak, baik siswa, guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah dan orang tua wali siswa. Untuk itu, setelah melakukan rembug bersama warga internal sekolah, pada akhir bulan ini kita akan menguindang wali siswa ke sekolah untuk diajak bersama-sama menciptakan suasana sekolah yang dicita-citakan," pungkasnya. (mam/admin)
Komentar (0)