Kuatkan Kolaborasi dan Sinergi, SMAN 1 Lenteng Gelar Seminar Parenting bagi Wali Murid
Lenteng,24/09— Dalam rangka memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang serta pembentukan karakter peserta didik, SMA Negeri 1 Lenteng, Kabupaten Sumenep, menggelar Seminar Parenting dan Pencegahan Perundungan bagi Wali Murid. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Juwariyah, M.Pd, Presidium Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) sekaligus Wakil Ketua Fatayat NU Cabang Sumenep, serta Aipda Hamim Wahyudi, Kanit Binmas Polsek Lenteng. Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Satuan Pendidikan SMA Negeri 1 Lenteng Sumenep, Firdausi, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Firdausi menekankan pentingnya sinergi antara orang tua atau wali murid dengan pihak sekolah dalam membangun karakter peserta didik. Menurutnya, pendidikan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Keberhasilan berbagai program sekolah membutuhkan dukungan dan keterlibatan orang tua di rumah.
“Sinergi antara orang tua atau wali dan sekolah sangat penting dalam membangun karakter anak. Tanpa sinergi yang baik, program sekolah, seperti upaya membangun kedisiplinan masuk tepat waktu melalui aplikasi e-pelanggar, tidak akan memberikan manfaat secara maksimal,” papar Mantan Wakakur SMAN 2 Sumenep ini
Ia menambahkan, seminar parenting tersebut merupakan salah satu bentuk upaya sekolah untuk melibatkan orang tua atau wali secara lebih aktif dalam proses pendidikan dan pendampingan anak.
“Seminar ini menjadi salah satu bagian dari upaya kita untuk melibatkan orang tua dan wali dalam mendidik anak-anak kita,” lanjutnya.
Dalam sesi berikutnya, Juwariyah, M.Pd. membedah berbagai karakter anak yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari anak yang pendiam, terbuka, penakut, pemberani, hingga berbagai karakter lainnya. Menurut Juwariyah, orang tua perlu memahami karakter masing-masing anak agar pendekatan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan mereka. Pola komunikasi dan pendampingan yang tepat akan membantu anak berkembang secara lebih optimal.
“Menghadapi anak juga harus tepat, apalagi sekarang anak kita tidak hanya berada di lingkungan sekolah dan guru, rumah dengan orang tua, tetapi ditambah dengan lingkungan digital, seperti TikTok, Instagram, dan lainnya,” papar penulis fiksi dan nonfiksi tersebut.
Perkembangan teknologi digital, lanjutnya, membuat lingkungan tumbuh kembang anak menjadi semakin kompleks. Karena itu, orang tua perlu memahami perubahan lingkungan tersebut sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak.
Sementara itu, Aipda Hamim Wahyudi mengajak para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan agar media sosial tidak menjadi ruang munculnya perundungan maupun penyebaran informasi bohong atau hoaks.
“Bullying mulai dari perundungan fisik, nonfisik, dan cyber bullying ada sanksi hukumnya. Oleh karena itu, perlu dicegah bersama,” tegas Alumni MAN 1 Pamekasan tersebut.
Ia juga mendorong orang tua agar memberikan pendampingan kepada anak dalam menggunakan media sosial. Pengawasan dan komunikasi yang baik diharapkan dapat mencegah anak menjadi korban maupun pelaku perundungan, termasuk yang terjadi di ruang digital.
Seminar tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua atau wali murid. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan pendidikan, karakter, kedisiplinan, pergaulan, hingga penggunaan media digital menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Sebagai bentuk Rencana Tindak Lanjut (RTL), SMA Negeri 1 Lenteng juga membagikan angket kepada orang tua dan wali murid. Angket tersebut digunakan untuk menghimpun aspirasi, masukan, serta harapan orang tua bagi kemajuan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Lenteng menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menciptakan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta keamanan dan kenyamanan peserta didik. (mam/admin)
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini