BERITA

Detail Berita

Pakai "E-Vote" Pemilihan Ketua Osis SMAN 1 Lenteng Hadirkan Pembelajaran Demokrasi Modern & Berintegritas

Selasa, 29 September 2026 09:58 WIB
8 |   -

LENTENG, 29/09/2026 — SMA Negeri 1 Lenteng menggelar kegiatan Ko-Kurikuler bertema “Suara Demokrasi” dengan subtema “Dari Demokrasi Prosedural ke Demokrasi Substansial” pada 21–29 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami praktik demokrasi secara langsung, mulai dari proses pembentukan partai siswa, koalisi, penyampaian gagasan, debat calon, hingga pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026–2027.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang dilaksanakan secara digital menggunakan sistem e-vote. Seluruh siswa diberikan kesempatan menggunakan hak pilihnya melalui tiga bilik suara yang telah disediakan oleh panitia. Sistem pemilihan berbasis digital tersebut membuat suara pemilih secara otomatis masuk ke dalam database admin. Penggunaan e-vote sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran demokrasi yang memanfaatkan teknologi serta mengedepankan proses pemilihan yang tertib dan terdokumentasi.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, Paslon 1 Arif Setiawan–Abdul Asiz memperoleh 4 suara, Paslon 2 Aurelia Lafina Akbar–Ahmad Makin Roziqi memperoleh 72 suara, Paslon 3 Ismet Ferly Al-Ghifary memperoleh 12 suara, dan Paslon 4 Nafilatun Nadiyah–Regina Salsabila memperoleh 17 suara. Dengan perolehan tersebut, Aurelia Lafina Akbar–Ahmad Makin Roziqi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Lenteng periode 2026–2027.

Rangkaian kegiatan pemilihan diawali dengan terbentuknya beberapa partai siswa beberapa hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Partai-partai siswa tersebut kemudian melakukan komunikasi dan membangun koalisi untuk memberikan dukungan kepada calon yang ada. Proses tersebut menjadi bagian dari pengalaman siswa dalam mengenal dinamika demokrasi, termasuk membangun komunikasi, menyampaikan aspirasi, dan menentukan dukungan berdasarkan gagasan yang ditawarkan. Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan debat calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang diikuti oleh seluruh siswa. Dalam kegiatan tersebut, para calon menyampaikan visi, misi, serta program kerja sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kebutuhan dan kehidupan siswa di lingkungan sekolah.

Calon Ketua OSIS terpilih, Aurelia Lafina Akbar, saat dihubungi media ini menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh para siswa. Ia menegaskan bahwa jabatan yang dipercayakan kepadanya merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan melalui kolaborasi dengan seluruh warga sekolah.

“Terima kasih dukungan yang diberikan, ini merupakan amanah dan nanti kita akan berkolaborasi dengan seluruh kekuatan sekolah ini menyukseskan program sekolah, khususnya adalah penguatan literasi dengan pojok baca bagi siswa dan ikut mengkampanyekan sekolah bebas sampah plastik,” jelasnya.

Salah satu program yang menjadi perhatian pasangan terpilih adalah penguatan budaya literasi di kalangan siswa. Program tersebut antara lain diwujudkan melalui pengembangan pojok baca sebagai ruang bagi siswa untuk membaca dan meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Selain literasi, pasangan terpilih juga berkomitmen ikut menyukseskan program sekolah tanpa sampah plastik. Kampanye tersebut diharapkan dapat mendorong kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi penggunaan sampah plastik di sekolah.

Tidak hanya pemilihan OSIS, kegiatan Ko-Kurikuler “Suara Demokrasi” juga diisi dengan aktivitas kreatif berupa pembuatan mural bertema antikorupsi. Para siswa menuangkan gagasan dan pesan antikorupsi melalui berbagai corak serta desain mural pada dinding yang telah disediakan oleh sekolah. Karya-karya tersebut diproyeksikan menjadi media kampanye kreatif untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada warga sekolah. Melalui mural, siswa tidak hanya belajar menyampaikan pesan secara visual, tetapi juga diajak memahami pentingnya kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

Salah satu Koordinator Ko-Kurikuler, Ariyanto, S.Pd., menyampaikan bahwa karya mural yang dibuat siswa selanjutnya akan dinilai oleh tim yang telah ditentukan. Siswa dengan karya yang dinilai memenuhi kriteria akan mendapatkan penghargaan. Rangkaian kegiatan Ko-Kurikuler “Suara Demokrasi” di SMA Negeri 1 Lenteng menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang tidak berhenti pada proses pemungutan suara. Melalui pembentukan partai siswa, koalisi, debat, e-vote, hingga kampanye antikorupsi melalui mural, siswa memperoleh pengalaman untuk menyampaikan gagasan, menghargai pilihan, serta berpartisipasi dalam kehidupan sekolah.

Kegiatan yang berlangsung pada 21–29 September 2026 tersebut sekaligus menjadi upaya sekolah untuk mengembangkan pemahaman demokrasi dari sekadar mengikuti prosedur pemilihan menuju partisipasi yang lebih bermakna melalui gagasan, tanggung jawab, kolaborasi, literasi, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan.


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini