Teguh dalam Iman, Tuntas dalam Iptek, Tegak Menatap Masa Depan

Lenteng, 27/08/2026-Tim Karnaval SMA Negeri 1 Lenteng tampil memukau dalam ajang Independence Day Carnival yang diselenggarakan Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Mengambil rute sepanjang jalan utama Kecamatan Lenteng, rombongan SMAN 1 Lenteng sukses menyedot perhatian masyarakat yang sejak siang memadati ruas jalan mulai dari titik start di Futsal Hall Ellak Daya hingga pertigaan Pasar Lenteng.
Tampil sebagai peserta urutan terakhir, kehadiran kontingen SMAN 1 Lenteng justru menjadi salah satu penampilan yang paling ditunggu dan mendapat sambutan meriah dari penonton. Beragam sajian ditampilkan dalam karnaval tersebut, mulai dari maskot Burung Garuda, Ratu Sejagat, hingga aneka kostum yang menggambarkan berbagai profesi.
Tak hanya mengandalkan kemeriahan kostum, rombongan SMAN 1 Lenteng juga menghadirkan beragam hiburan tradisional dan atraksi menarik, termasuk Can Macanan dan sejumlah pertunjukan lainnya. Perpaduan konsep modern dan budaya lokal tersebut membuat penampilan kontingen semakin semarak.
Namun, salah satu magnet utama yang paling menyedot perhatian penonton adalah penampilan apik Drum Band “Gita Maha Swara SMATULEN”. Dengan penuh energi dan kekompakan, para personel drum band membawakan berbagai lagu sepanjang perjalanan. Alunan musik yang dimainkan turut membangun suasana meriah dan membuat penonton antusias mengikuti rombongan hingga garis akhir.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Lenteng, Sri Hidayati, S.Psi., S.Pd., mengatakan, keikutsertaan sekolah dalam karnaval tahun ini tidak sekadar untuk memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan karakter dan transformasi sekolah kepada masyarakat.
“Karnaval tahun ini mengusung tema ‘Karnaval Merdeka: Sekolah Transformatif, Ramah Anak dan Lingkungan’. Hal ini untuk mengenalkan kepada khalayak bahwa di SMAN 1 Lenteng selalu bertransformasi, terutama dalam bidang teknologi, dengan tetap mengedepankan etika dan akhlak,” tuturnya.
Menurut Sri Hidayati, konsep sekolah ramah anak juga menjadi bagian penting yang ingin disampaikan melalui momentum tersebut. SMAN 1 Lenteng, kata dia, berupaya memberikan akses pendidikan yang nyaman dan terjangkau bagi seluruh peserta didik.
“Kami juga menjadi sekolah yang ramah anak. Anak yang masuk dan bersekolah di SMA Negeri 1 Lenteng tidak usah khawatir biaya, karena menyelenggarakan pendidikan gratis... tis... tis,” ungkapnya dengan nada penuh semangat.
Ia menambahkan, berbagai kebutuhan peserta didik juga mendapat perhatian dari pihak sekolah. Salah satunya melalui dukungan guru-guru SMAN 1 Lenteng dalam penyediaan seragam sekolah bagi siswa.
“Ketika masuk ke SMAN 1 Lenteng, semua seragam sekolah ditanggung atas bantuan guru-guru SMAN 1 Lenteng. Saat belajar, tidak usah repot isi kuota internet, karena telah tersedia Wi-Fi gratis untuk semua warga sekolah,” jelasnya.
Transformasi sekolah juga diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi dan penyediaan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Menurutnya, fasilitas tersebut terus dikembangkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.
Selain fasilitas dan inovasi teknologi, SMAN 1 Lenteng juga terus mendorong lahirnya berbagai prestasi. Capaian tersebut tidak hanya datang dari peserta didik di bidang akademik maupun nonakademik, tetapi juga dari para guru.
“Banyak prestasi yang diraih, baik akademik maupun nonakademik, baik guru maupun siswanya,” imbuh Ketua MGBK SMA Sumenep ini
Penampilan kontingen SMAN 1 Lenteng dalam Independence Day Carnival akhirnya menjadi gambaran semangat sekolah dalam memadukan kreativitas, budaya, teknologi, pendidikan karakter, serta semangat kemerdekaan. Dengan maskot Garuda dan Ratu Sejagat, beragam kostum profesi, hiburan tradisional, serta atraksi Gita Maha Swara SMATULEN, rombongan sekolah berhasil menutup rangkaian karnaval dengan penampilan yang meriah dan berkesan.
Kemeriahan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pendidikan yang terus bertransformasi, berpihak kepada anak, peduli lingkungan, serta tetap menjunjung tinggi etika dan akhlak. (mam/admin)
Komentar (0)